HAPPY SMILE forever

mau marah silahkan, mau senyum jangan kebablasan…

Kapan Kita Merasa Cukup?

Mayoritas orang akan selalu melihat ke atas atas pencapaian orang lain. Dan itu sangat wajar, siapasih yang tak ingin tercapai kesuksesan dalam segala hal? Kedudukan di perusahaan tempat bekerja, kecukupan harta yang melimpah atau isteri yang cantik?

Bila semua hal itu telah kesampaian, kita tetap tak pernah puas, apalagi merasa cukup. Selalu kurang dan ingin terus lebih lagi dan lagi. Keinginan manusia tak akan pernaj cukup sampai mereka terbungkus kain kafan. Sayang sekali jika kesadaran ini terlambat.

Tampaknya sangat jarang, terutama orang Indonesia yang menyadari kapan dirinya merasa cukup. Meski bisnisnya telah menggurita, menguasai segala lini kehidupan, mereka tetap saja ingin menumuk kekayaanya sampai 1001 turunan.

Yang mereka lakukan hanyalah membuat program CSR seadanya. Sekedar menggugurkan kewajiban sesuai peraturan pemerintah. Selebihnya tidak. Bahkan beberapa perusahaan dengan sengaja menggunduli hutan-hutan tanpa memikirkan bagaimana memperbaiki lingkungan yang membahayakan itu.

Jadi kapan sebaiknya merasa cukup?

Jawabnya adalah sekarang! Apapun yang kita punya saat ini adalah kondisi dimana kita harus bisa merasa cukup. Istilah teman saya, feeling content.. Besaran penghasilan yang kita terima sekarang ini adalah yang pas buat kita.

Jadi konkretnya merasa cukup itu seperti apa? Intinya jangan selalu menatap keatas, nanti kesandung. Yang penting, maksimalkan hari ini dengan kemampuan usaha terbaik kita. Mengenai hasilnya, baik atau buruk itu sudah bukan urusan kita.

Sehingga kalau target tak tercapai, kita tetap semangat untuk berusaha lebih baik lagi dan lebih baik lagi. Tidak langsung down, kecewa dan putus asa. Apalagi sampai marah-marah menyalahkan Tuhan.

Dan jika kelak sukses kita bisa mencontoh seorang pebisnis dari Eropa. Seperti yang pernah diceritakan teman saya. Dia adalah seorang bisnis yang sukses, namun ia memilih berhenti dan pergi ke Sumba, Indonesia. Di tempat baru ini, dia membeli sebuah pulau yang dihuni sendirian.

Pulau tersebut sangat ia lindungi dari pendatang, alasannya ia tak ingin pulau tersebut tercemar sampah. Ia mempekerjakan orang-orang sekitar pulau tersebut untuk menjaga pulau dari pencemaran lingkungan. Ketika ditanya kenapa ia melakukan itu semua, karena ia merasa bersyukur, telah diberi karunia seperti sekarang ini. Ia mendedikasikan sisa hidupnya untuk merawat alam.

Jadi mulai sekarang, persiapkan, kapan akan merasa cukup?

Anak, Orang Tua dan Masa Depan

Konon anak adalah titipan Tuhan. Mayoritas pasangan muda menginginkannya. Karena keluarga Indonesia telah berbabad-abad ter”mindset” dengan definisi kebahagiaan sebuah keluarga: rumah mungil dengan sepasang anak manis.

Sehingga ketika sebuah perkawinan tak kunjung mempunyai anak keadaanya tak lebih dahsyat dibanding sebuah pulai terpencil yang terus menerus dihantam badai tsunami. Dan yang paling dahsyat biasanya datang dari pihak luar. Yang paling usil tentu saja pihak keluarga laki-laki.

Dan kesempatan “baik” ini jika kebetulan mata keranjang, akan dimanfaatkan untuk menceraikan suaminya, atau minimal akan mencari isteri muda. Apesnya momen ini dijadikan alasan pembenaran untuk selingkuh.

Entah kenapa mempunyai anak dianggap sebagai sesuatu yang sangat wajar, terutama jika dilihat dari sisi ekonomi. Banyak orang miskin yang mempunyai anak banyak. Sepertinya mereka tak pernah mempersiapkan masa depannya.

Kasian sebenarnya anak-anak yang menurutku menjadi korban itu. Memang ribet masalah ini. Tak mungkin toh anak-anak akan menyalahkan orang tuanya? Ini berbeda dengan para pasangan di Jepang. Mereka akan benar-benar mempersiapkan maksimal jika akan mempunyai anak.

Sehingga kelak anak-anaknya akan hidup layak. Tinggal di tempat yang sehat, gizi yang baik dan mendapat pendidikan cukup. Sehingga ada kepastian masa depan.

Saya pribadi memutuskan untuk tak mempunyai anak. Kalau memang menginginkan anak, saya akan mengambil dari panti asuhan atau mencomot anak-anak jalanan yang keleleran. Kalau punya anak dengan alasan untuk mencintai. Kenapa tak mengambil yang sudah jelas-jelas nyata adanya.

Pasti ada yang bertanya, bagaimana dengan hari tua nantinya, siapa yang akan mengurusnya? Ya, ini memang dilema. Tapi saya sudah mempersiapkannya. Seperti kata Khahlil Gibran, anakmu bukanlah milikmu. Anak itu ibarat anak panah dan orang tua adalah busurnya.

Dan benar, saya sebagai anak telah di”luncurkan” oleh orang tua saja ke Jakarta. Dan hanya sekali-sekali saja menengoknya. Sekarang Mereka hanya tinggal berdua, tak ada satupun dari lima anaknya yang menemani dan mengurusnya.

Dan aku duga banyak orang tua yang mengalaminya. Sayang sekali, peluang bisnis perawatan orang tua belum ada di Indonesia. Adanya panti jompo yang dikelola dengan dana dari para donatur. Sehingga orang-orang seperti saya bisa membeli premi dari sekarang. Dan bagi orang tua yang punya anak, mereka telah membebaskan “tugas-tugas mulia” ini kepada anak-anaknya.

Orang tua senang, anak pun lebih bahagia.

Lontong Kupang, Pedasnya Merangsang

Lontong, seperti yang kita tahu adalah nasi yang dibungkus dengan daun pisang lalu dikukus. Biasanya lontong dipakai untuk pengganti nasi pada makanan sate ayam atau kambing. Selain tentu saja lontong sayur.

Kupang? Tentu bukan nama kota yang ada di Nusa Tenggara. Kupang adalah nama hewan sejenis kerang. Ukurannya sangat kecil dan berwarna agak coklat kehitaman. Hewan ini termasuk endemik, hanya bisa hidup di daerah Sidoarjo, Jawa timur. Yakni di muara, pertemuan laut dan sungai yang masih bersih.

Kupang Lontong sangat digemari oleh warga Jawa Timur. Penyajiannya mirip lontong sayur kebanyakan. Memakai kuah dan sambal. Aromanya sungguh menggoda, rasa pedasnya khas. Kupang lontong biasanya juga disajikan dengan makanan khas daerah Sidoarjo lainnya yakni : lento. ( tepung tapioka yang dicampur dengan kacang merah lalu di goreng.)

Makanan khas ini sangat nyaman dinikmati ketika sore hari, apalagi sehabis hujan. Rasanya mantap. Konon kupang lonting hanya ditemukan di daerah asalnya Sidoarjo dan sekitaran Jawa Timur.

Makan kupang lontong belum lengkap jika tak diakhiri dengan es kelapa hijau. Konon hal ini untuk mengantisipasi andai orang yang makan kupang tersebut menderita alergi.
(*foto diambil dari http://renjanatuju.files.wordpress.com/2…

Horee…. Aku Menang!!!!

wah mimpi apa aku semalam? perasaan nggak mimpi apa-apa deh…,

yang ada semalam aku tidur digigitin nyamuk-nyamuk nakal di apartement kost-kostan yag menjadi gubukku istanaku di Jakarta yang panas dan debu-debu ramai beterbangan.

Pagi yang nggak cerah-cerah banget ini aku bangun tidur lalu menatap layar terpaku untuk online-online…. seperti biasa!! mulai dari facebook, YM, detik.com, dan blogdetik.

dan apa yang kulihat di kabar dari blogdetik??

printscreen-pemenang2

HOREe… Aku Menang!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

ada pengumuman pemenang lomba horee blogdetik, dan disitu ditulis aku menjadi salah satu pemenang yang beruntung mendapatkan HANDPHONE!!

xixixixixi…..

jadi terharu aku, thanks GOD, Thanks MOM, thanks My Produser, Thanks My fans… (hehehe… kaya artis terima award aja…!!)

emang bener pesanĀ  my mother tersayang…

bersukacitalah senantiasa, berdoa, dan mengucap syukurlah!!

dan inilah hasilnya…

HP jadi milikku, hanya dengan modal foto gokil dan ngeblog doang….

padahal aku termasuk newbie buat masalah ngeBLOG.

senengnya aku….

thanks BLOGDETIK!!

semoga blogdetik akan selalu ceria seperti ceriaman!!

lucu bgt!!

riang senang hati girang

kalo ada tante girang, hati senang!!

tapi bukan tante girang yang yang ada di pikiran dalam otak ngeres kalian semua ya…

tante girang yang dimaksud itu :

TontonAN kloTEk’an GIla dan RiANG

sebuah grup yang digawangi anak-anak kratif dari Solo.

sayangnya grup ini ntah buyar ntah masih mati suri…

yang jelas dah nggak ada rimbanya lagi.

kangen sih dengan keceriaan-kecerian saat latihan bersama,

kapan itu akan terjadi lagi??

mungkin hanya personil dan Tuhan yang tahu jawabannya.

hehehe…. (ngapain Tuhan dibawa-bawa ya?? )

yah mungkin lewat blog ini bisa jadi titik awal kebangkitan

dari TANTE GIRANG kembali….

dan kalo itu benar terjadi,

sungguh riang senang dan hatipun girang!

trus sapa yang paling merasakan itu??

YA TENTUNYA, AKU…!!

salah satu personilnya. hahahahahaahahaha…………….

:) ;)